Posts

Kopi, Kereta, dan Kota: Keliling Hiroshima dari Cafe Hipster ke Suburb Adem

Sebelumnya, izinkan gue berterima kasih ke Pemerintah Jepang yang udah serius menangani isu overtourism di Tokyo, Osaka, dan Kyoto lewat promo tiket domestik untuk turis mancanegara. Jujur, ini program yang super efektif—setidaknya buat kami, AA Project (alias gue dan Icha). Bayangin, dengan harga tiket Jakarta–Tokyo PP, kami dapat bonus tiket pesawat Tokyo–Fukuoka dan Hiroshima–Tokyo. Kalau beli sendiri, totalnya bisa nyampe 4 juta rupiah. Buat kaum mendang-mending kayak kami? Untung banget! Dari promo ini, gue akhirnya ketemu cinta baru: Hiroshima . Nama yang akrab di telinga, tapi asing juga—karena dia nggak seterkenal Tokyo atau Kyoto yang berseliweran di linimasa medsos. Ke Hiroshima ini rasanya kayak jatuh cinta sama temen masa kecil: awalnya awkward , tapi pas ngobrol sedikit, langsung klik. Duh, ketawa banget sama analoginya. Waktu nyusun itinerary , agenda utama gue tuh cuma nyicip okonomiyaki Hiroshima , yang katanya lebih enak daripada versi Osaka. Tapi terny...
Recent posts