Skip to main content

Posts

DAY6 GRAVITY IN SINGAPORE; Konser Pertama Gak di Indonesia

Beberapa hari menjelang DAY6 Gravity in Jakarta! Mana suaranya semuaaaaaaa? Semangat banget gak sih beneran sebentar lagi ketemu kesayangan huhuhu. Apalagi kemaren katanya di Manila petjah banget (walaupun KAPAN SIH DAY6 GAK PETJAH!?). Hehehehe duh salting banget bayanginnya sebentar lagi wkwkwk mulai gak waras kan gua. Ya udah deh daripada cuma panik gak jelas, gue mau cerita aja soal konser Day6 terakhir gue yang super impulsif tapi juga super membahagiakan, yaitu DAY6 GRAVITY IN SINGAPORE! Iya, emang gue udah nonton yang di Singapura tapi Day6 tuh adiktif banget konsernya. Gue udah nonton yang di Singapura juga kalo di Indonesia bisa nonton 2 hari, gue tonton deh. Sama kayak solo traveling , nonton konser di luar negeri juga merupakan salah satu cita-cita gue. Tahun lalu sebenernya udah pengen banget nonton Day6 yang di Manila. Cuma ternyata tiketnya udah abis duluan. Tahun ini pengen juga yang di Manila, cuma karena acaranya cuma beda seminggu sama yang di Jakarta, kok kayakny...

Birthday Trip!

sebelumnya mau numpang kesel dulu boleh ya.   I DID WRITE THIS WHOLE POST BEFORE TAPI TERUS GAK TAU GIMANA ILANG GITU AJA PADAHAL UDAH PUBLISHHHH. GAK NGERTI ANEH BANGET BLOGSPOT IH! jadi harus nulis ulang semuanya tuh sumpah PR banget yatuhan aku pusing tapi pengen nulis hiks yaudah tapi mau gimana lagi kan harus nulis semua LAGI walaupun yakin pasti bakal beda sama tulisan sebelumnya. udah gitu aja. --------------------------------------------- batas marah-marah ----------------------------------------------     Judulnya "Birthday Trip" soalnya emang gue pergi di hari ulang tahun gue yang ke-... wkwk males banget nyebut angkanya. Judulnya "Birthday Trip" karena trip ini juga sebagai hadiah dari gue buat gue. Ini sombong sih, tapi kayak 'sebelum orang mengapresiasi diri gue, gue harus bisa mengapresiasi diri gue sendiri dulu'. Lagian, bangga aja sih gue kalau orang yang paling bisa bikin gue paling bahagia di hari lahir gue adalah diri...

The Peaceful Luang Prabang

Beli tiket ke Luang Prabang adalah salah satu hal paling random yang pernah gue lakukan. Disisipi sedikit rasa bersalah karena melakukan hal impulsif yang sejujurnya gak tau apakah akan bisa bermanfaat atau gak, akhirnya gue dan (siapa lagi kalau bukan) Icha, sampai di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta demi perjalanan panjang ke Luang Prabang. Serius ini adalah salah satu perjalanan terpanjang yang pernah gue lalui. Untuk sampai ke kota kecil di Laos utara itu gue harus singgah dulu 2 (dua) negara, yaitu Malaysia dan Thailand. Sebenarnya gue pengen banget mampir dulu ke Thailand karena belum pernah kesana, tapi sayang waktu transitnya cuma 2 (dua) jam dan tiket yang gue beli adalah tiket fly-thru . Sedangkan tiket fly-thru ini berarti kalau gue gak ikut salah satu flight- nya, gue dianggap membatalkan keseluruhan tiket gue. Waktu transit di KLIA2 dan Don Mueang yang cuma sebentar dan sempat bikin panik karena takut salah satu flight delay sehingga menyebabkan kita ketinggalan f...

Masjid Hunting!

    Kebetulan gue baru menyadari hal ini. Hampir setiap traveling , salah satu tujuan yang kayaknya selalu masuk itinerary gue adalah masjid. Ini bukan postingan sok beriman tapi semoga bermanfaat (eaaa). But anyway , kenapa sih gue selalu masukin masjid sebagai tempat yang harus dikunjungi? Jujur awalnya cuma iseng aja, tapi kemudian gue menemukan sesuatu yang bisa dijadikan sebagai alasan. Pengen tau aja gimana kehidupan muslim di daerah-daerah lain. Nah, selain alasan tersebut, ada juga alasan praktisnya. Yaitu untuk menemukan makanan halal! Lebih bagus lagi kalau mereka sedia makanan lokal tapi versi halal. Soalnya kalau ke negara asia tenggara (iya, gue belum pernah kemana-mana lagi), makanan halal yang tersedia biasanya makanan melayu-melayu lagi atau paling mentok makanan India.     Dari beberapa masjid yang berhasil gue singgahi, selalu ada ceritanya. Menarik buat gue, tapi belum tentu menarik buat kalian. Tapi ya udahlah gue ceritain aja daripad...

DAY 4: Last Day!

Di hari terakhir, gak ada lagi yang mau dilakukan, semua keinginan telah purna. Jadilah kita tidur sampai siang, menikmati breakfast dari hotel dan kemudian beres-beres sedikit dan check out. Kenapa kita check out pagi? Karena kita antisipasi aja gak keburu balik ke hotel sebelum jam 12.00. Daripada kena charge gak penting, mending early check out terus nitipin tas di hotel, baru jalan. Hari itu bisa dibilang hari pertama kita lihat Siem Reap di pagi hari. Anak-anak dengan seragam merah-putih ke sekolah (yes! bahkan warna seragam sekolahnya sama kayak di Indonesia), turis-turis yang jalan kaki, toko-toko dibuka, dan lainnya.  Oh iya, ada dua tempat deng yang kita ingin kunjungi. Pertama, sebuah lorong bernama 'W Alley' yang kalau di Instagram tuh jadi gemes banget dengan bangunan-bangunan kayak di lorong-lorong Eropa dan payung warna-warni tergantung di atasnya. Gak taunya alley-nya sebelahan sama Pub Street. Pas kesana masih sepi, sepanjang jalan dipenuhi kafe dan resto yan...

DAY 3: Mengejar Matahari di Balik Angkor Wat

Hehehehe, akhirnya gue tobat juga dan memutuskan buat melanjutkan postingan tentang Siem Reap. So, here we go! Akibat kelewat excited , gue pun bangun sebelum alarm berbunyi. Karena masih dini hari dan sebelum tidur udah mandi, jadinya kita cuma sikat gigi dan cuci muka aja. Pake baju senyaman mungkin dan jangan lupa bawa makanan serta air minum yang cukup karena keliling candi adalah perjalanan yang melelahkan. Dan karena kita berangkat sebelum shalat Subuh, maka kita pun bawa mukena dan... handuk. Tak ada sajadah, handuk pun jadi lah. Begitu keluar kamar, masih sepi dong (ya iyalah masih gelap, baru pada balik mabiks kali tuh orang-orang). Kayaknya hari itu cuma kita tamu hotel yang mau keliling candi. Bapak yang jaga hotel aja masih tidur. Tapi kita harus bangunin bapaknya karena kita gak tau mana tuk-tuk yang bakal nganterin kita. Begitu bangun pun si bapak langsung ngasih bekal makanan buat kita. Di hotel itu kita harusnya emang dapet sarapan. Tapi karena perjalanan mengejar ma...